Open top menu
BUKU TERBARU "MY NAME IS NAQOY" DAPATKAN BUKU MY NAME IS NAQOY, HUBUNGI NOMOR YANG TERTERA TRAINING THE7AWARENESS CHARACTER BUILDING THE7AWARENESS CLIENTS
Friday, July 22, 2016
HALAL BI HALAL ALUMNI TARBIYAH UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA





Lesehan Kembar yang berlokasi di NAQOY POINT CENTER yang beralamatkan di Jalan Kodiklat TNI Buaran Serpong Tangsel menjadi tempat berkumpulnya para Alumni Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sore kemarin, Forum Alumni Tarbiyah yang diketuai oleh Nanang Qosim Yusuf (NAQOY) yang merupakan Master Trainer The7Awareness serta Penulis 10 buku laris ini memiliki target bagaimana para Alumni Tarbiyah (ALtar) ikut membangun mental positif para guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia dengan pelatihan dan coaching.

Banyak wajah-wajah penuh kebahagiaan ketika para Alumni tarbiyah bertemu kembali yang sudah hampir bertahun-tahun tidak pernah saling menyapa, seperti yang disampaikan oleh Ketua Forum Altar Nanang Qosim Yusuf "Ini adalah wadah silaturahim para Alumni Tarbiyah UIN yang pertama kali diadakan, saya berharap ini menjadi gairah awal untuk membangun jaringan alumni di seluruh Indonesia". Para Alumni datang dari berbagai lokasi seperti Bekasi, Bogor dan sekitarnya. seperti yang disampaikan oleh Deden, salah satu Alumni dari Bekasi "Untuk menuju Tangsel saya jalan mulai jam 16.00 sore tadi". 

Forum yang diketuai oleh Ust.Naqoy ini akan segera dilantik oleh Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, para Alumni percaya dibawah kepemimpinan Naqoy akan memberikan dampak positif demi kemajuan Fakultas Tarbiyah khususnya, seperti rencana kegiatan yang segera dilakukan adalah Training untuk 1000 guru di Tangsel yang langsung akan disampaikan oleh Naqoy, ketua Alumni Trabiyah UIN Jakarta.

Untuk para Alumni Tarbiyah yang akan bergabung menjadi anggota bisa WA. 087878289001 untuk mempercepat pejaringan alumni yang sudah menyebar ke berbagai pelosok negeri ini.Saatnya para Alumni Tarbiyah memberikan kontribusi nyata untuk membangun negeri yang kita cintai ini.
Read more
Wednesday, July 20, 2016
Friday, July 15, 2016
ARTIKEL TERBARU "BAITII JANNATII" OLEH : NAQOY

“Baitii Jannatii”
Oleh : NAQOY- Nanang Qosim Yusuf (Master Trainer The7Awareness & Founder Rumah Kesadaran)
Dewan Pakar ICMI ORDA TANGSEL
KETUA ALUMNI FAKULTAS TARBIYAH UIN SYARIF HIDAYATULLAH



“BAITII JANNATII”- Rumahku Syurgaku , Hadits Nabi yang menegaskan tentang konsep kebahagiaan dan kesuksesan, ternyata semuanya dimulai dari rumah kita (tempat tinggal kita) masing-masing, kita harus sengaja menciptakan kebahagiaan di
rumah bukan sebaliknya menciptakan kegersangan dan kemarahan di sekitar rumah. Ketika rumah tidak lagi menjadi syurga bagi penghuninya, maka penghuninya mencari ketenangan sesaat, prilaku-prilaku menyimpangpun sering terjadi kepadanya. Manusia-manusia modern yang bosan dirumahnya sendiri, manusia modern yang mencari kebahagiaan diluar rumahnya, ia sibuk mencari cahaya terang diluar rumahnya, hal ini sejalan dengan cerita yang populer di timur tengah, kisah seorang penjahit bernama Mula, suatu pagi Mula sibuk dengan mencari barang di depan rumahnya, kebetulan salah satu tetangganya melihat dan bertanya ‘Hai Mula, apa yang kamu cari, serius banget dari tadi” kata tetangga. Mula langsung menjawab “Jarum, tadi jatuh”, mendengar jawaban Mula tetanggapun penasaran dan langsung bertanya kembali “Memangnya jatuhnya dimana, kok nyarinya diluar”, dengan tersenyum Mula menjawab “Jatuhnya di dalam, karena di dalam gelap maka saya cari diluar yang terang”.
            Ilustrasi Mula seringkali menggambarkan tentang contoh prilaku Manusia Modern yang sibuk mencari cahaya terang diluar dirinya dengan materi yang berlimpah, jabatan yang menyilaukan, pujian-pujian yang melemahkan dan teknologi yang dibanggakan. Suatu saat kita akan menyadarinya bahwa apa yang dibangun dan dikejar oleh manusia modern adalah bukan yang hakiki, bukan yang membuat hidup kita benar-benar bahagia, namun yang dikejar adalah bahagia sesaat, yang akan mengecewakan kita.  Kita bisa belajar dari mereka yang memiliki harta namun tetap tidak bahagia dalam hidupnya, kita belajar dari mereka yang memiliki jabatan namun tidak menemukan kedamaian, kita belajar kepada mereka yang memiliki pengaruh di masyarakat namun pengaruhnya justru menjatuhkan dirinya dan masih banyak lagi yang kita bisa ambil, mengapa ini bisa terjadi. Apakah salah memiliki banyak harta, apakah salah memiliki jabatan hebat, apakah salah memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat, tentu saja TIDAK.
            Dalam kacamata saya justru melihatnya terbalik bahwa semuanya itu justru wajib kita miliki, yah kaya, menjadi pemimpin dan juga menjadi orang yang berpengaruh, karena jika semuanya yang saya sebutkan diatas diisi oleh mereka yang memiliki niat busuk, prilaku jahat dan kriminal dan mental yang rusak maka akan sangat merugikan umat manusia. Saya sering sharing dengan teman-teman Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “ Waktu saya kuliah dan menjadi seorang penjaga sepatu, marbot di masjid terus saya tidak berbuat maksiat, tidak berbuat yang merugikan itu sich biasa, karena keadaanya memang mendukung tapi justru ketika saya memiliki uang, kesempatan, jabatan namun tidak berbuat maksiat itu yang jauh lebih hebat, jadi kita harus kaya, terkenal, memiliki jabatan dan kita tetap memiliki karakter yang baik,rendah hati dan tidak melakukan maksiat”.
            Dalam buku saya The7Awareness saya menulis bahwa manusia modern seringkali kalah dnegan apa yang diciptakanya sendiri, kita bisa membuat teknologi paling modern namun justru teknologi itu meninggalkan kita. Kita sudah makan dengan makanan yang siap saji tapi mental kita masih tertinggal seperti mental oncom, manusia modern menciptakan HP yang paling canggih dan mahal namun justru mental kita seperti bayi baru berbicara, ada banyak jurang antara manusia modern dengan dunia modern yang diciptakanya sendiri, maka tidak aneh jika kita sering mendengar negara-negara maju yang modern justru adalah negara yang paling banyak melakukan bunuh diri dan frustasi.
            Lalu  apa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah kemodernan ini, dalam pandangan saya semuanya kembali seperti Nabi Muhammad Saw sampaikan bahwa rumah kita adalah syurga, ketika rumah tidak menjadi tempat yang damai, indah dan penuh ceria, maka naluri manusia akan mencari kebahagiaan yang akhirnya dia temukan diluar dirinya, sangat disayangkan. Maka untuk menyeimbangkan kota-kota modern agar tidak terjaruh dalam kegagalan mental manusia modern, dihidupakan kembali kebahagiaan dari dalam, yah dari dalam rumah kita masing-masing. Ada 3 hal yang harus dipersiapkan untuk menciptakan rumah kita masing-masing adalah syurga.
1.      Rumah kita harus menjadi tempat yang diridhoi oleh Allah, rumah menjadi tempat untuk ibadah keluarga kecil, mengajarkan anak-anak tentang agama dan mempraktikan ibadah agama dengan bahagia di rumah. Ayat-ayat suci Al-Quran selalu terdengar indah dari setiap kaamar di rumah kita. Rumah adalah tempat terbaik mendidik anak-anak menjadi pribadi yang taat dan takwa.
2.      Rumah kita bukan tempat penghakiman, jika ada yang salah, khilaf maka harus ada yang memulai memaafkan dan membimbing, sehingga penghuni rumah bukan hidup dengan kebencian dan luka hati yang terus disimpan.
3.      Rumah kita terbuka untuk tamu dari luar, jangan jadikan rumah anda sebagai rumah yang menutup diri dari masyarakat sekitar, bahkan seringkali rumah dibuat sedemikian angker agar orang lain takut masuk ke rumah tersebut. Kunjungan tetangga, keluarga ke rumah adalah energi positif yang menghangatkan rumah kita.
4.      Rumah semakin indah jika didalamnya ada anak yatim, ia bagaikan caahaya yang terang. Mencintai mereka seperti halnya anak kita sendiri adalah sebuah cara menemukan syurga di dunia ini. Saya sendiri belum lama ini mempraktikan sebuah aplikasi yang sederhana yaitu sedekah untuk anak yatim, tempat tinggal saya di Serpong Tangerang Selatan diwakafkan untuk Yatim Mandiri, sebuah lembaga Yatim yang melatih bagaimana anak-anak yatim menjadi mandiri. Alhamdulillah setelahnya hidup lebih bahagia, lebih nikmat dan lebih penuh berkah.

Karena cinta kepada anak-anak yatim, saya sendiri membangun sebuah Gedung yang didalamnya akan dibuat sebuah Aula untuk kegiatan anak-anak yatim dan dhaufa serta orang-orang yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Ukuran Aula yang sedang dibangun luasnya 500 M dengan 2 lantai, semoga bukan hanya saya yang ikut membangun ini, namun juga sabahat saya disini, yang dengan ikhlas ingin menitipkan sedekahnya, donasi dan sebagian rezekinya bisa hub 081905666479, WA. 087878289001 email the7awareness@yahoo.com


Read more
Thursday, July 14, 2016
Wednesday, June 29, 2016
BULAN RAMADHAN ADALAH BULAN PENGUBAH KEBIASAAN OLEH NAQOY











Bulan puasa adalah bulan latihan mengubah kebiasaan, yah bukan kebiasaan buruk saja, tapi kebiasaan biasa menjadi kebiasaan luar biasa, ada banyak kebiasaan yang kita anggap biasa, sepele, padahal kebiasaan itu akan menjadi kompas kita akan menjadi seperti apa kedepan, itu sama halnya dengan membiarkan kebiasaan buruk atau kebiasaan biasa menjadi DNA anda, maka akan membentuk nasib anda kedepan. Saya sendiri percaya bahwa Nasib itu bisa dirubah, selama ada kemauan yang sungguh-sungguh, bukan hanya sebatas niat saja. Jika hanya sebatas niat, maka seringkali rencana baik hanya sebatas catatan di kertas atau ide hebat di pikiran, tahukah anda saudaraku, di Dunia ini ada ribuan bahkan bisa jadi jutaan ide hebat namun kesuksesan dimiliki bagi siapa saja yang berhasil mengeksekusi ide hebat menjadi sebuah kenyataan. 

Kembali kepada bulan Ramadhan yang hebat ini, sebenarnya hebat buat siapa?, tentu saja hebat bagi mereka yang ingin mencapai sukses, bahagia, sehat, kaya dengan melakukan pelatihan Ramadhan selama 1 bulan langsung bersama Allah SWT yang menilai kesungguhan kita dalam berpuasa, bagaikan atlet yang akan memenangkan olimpiade hebat, kita dilatih langsung oleh Allah di bulan ramadhan ini, bahkan dalam hadits Qudsi Allah berfirman "Puasa adalah untukku dan Akulah yang akan langsung memberikan balasanya". 

Belum lama ini ada seorang bertanya kepada saya "Bagaimana caranya mengubah Nasib Yah Pa Naqoy" katanya, "Anda kok bisa padahal dulunya marbot di masjid Fathullah terus seperti ini" tambahnya. Saya tersenyum dan menjawab " Nah dibulan inilah momentum terbaik saya berubah, walau bulan lain juga bisa saja, tapi karena bulan mulia dan suci maka Ramadhan adalah mometum terbaik dalam setahun jika ingin berubah menjadi Great, bukan hanya Good', yang saya lakukan adalah mulai berpikir tentang kebiasaan saya yang harus dirubah selama Ramadhan. Ternyata banyak kebiasaan yang bisa kita rubah, saya menulis minimal ada 5 kebiasaan yang bisa saya rubah, dan jika dirubah akan menjadi nasib baik bagi saya dan keluarga saya tentuya.
  1. Kebiasaan tidur habis subuh di Ramadhan saya rubah dengan menulis buku 1 jam setiap hari.
  2. Kebiasaan Nonton TV lebih 3 jam sehari sebelum tidur, dirubah dengan membaca Al-Quran sebelum tidur selama 1 jam.
  3. Kebiasaan terlambat dirubah dengan kebiasaan datang 1 jam sebelum janjian dengan orang lain.
  4. Kebiasaan malas-malasan hari sabtu dan minggu di Ramadhan dirubah dengan melakukan silaturahim ke saudara dan rekan atau teman.
  5. Kebiasaan mengeluh dirubah dengan kebiasaan berysukur setiap hari.
  6. Masih banyak yang lainya
Kebiasaan ini jika terus menerus tidak batal selama 1 bulan, maka akan menjadi karakter unggul kita, dalam buku saya 21 days tobe transhuman dijelaskan bahwa kebiasaan dibentuk selama 21 hari, nah itu artinya Allah telah menyiapkan satu kesempatan hebat kepada kita untuk memasuki titik lompatan hidup dalam bulan ramadhan sehingga kita menjadi manusia penuh kemenangan yaitu FITRI- Tepatnya Idul Fitri. 

Rubahlah kebiasaan maka akan merubah karakter kita, pada saat karakter berubah maka nasibpun akan berubah lebih baik, itulah yang saya sampaikan dalam pelatihan 3 hari utk pembangunan karakter The7Awareness. Perubahan itu bisa mudah dan bisa sulit, semuanya tergantung dan dimulai dari kita sendiri. Ada sebuah Quotes yang indah yang saya  tulis dalam buku saya One Minute Awareness bahwa "Perubahan itu bagaikan sebuah telor, jika kita ketuk dari luar maka akan rusak dan mati, sebaliknya jika diketuk dari dalam maka kehidupan baru akan lahir".



NAQOY adalah MASTER TRANINER THE7AWARENESS, PENULIS 10 BUKU LARIS, MOTIVATOR YANG MEMECAHKAN REKOR MURI SEBAGAI PEMBICARA DENGAN PESERTA TERBANYAK 18.000 ORANG DI ISTORA SENAYAN. Klik www.the7awareness.com, WA NAQOY CENTER. 087878289001

Read more
Tuesday, June 28, 2016
AWARENESS OF RAMADHAN DI  PT. SAWIT SUMBERMAS SARANA










Alhamdulillah materi Awareness of Ramadhan yang diambil dari buku saya "Awareness of Ramadhan" sangat diterima oleh peserta termasuk hari ini di buka puasa bersama Direksi dan Komisaris perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk yang memiliki karyawan 25 ribu berkantor pusat di Pangkalan Bun. Dalam materi Awareness of Ramadhan dijelaskan bahwa untuk mencapai kualitas taqwa, ada tiga pola yang dilalui yang disebut dengan 3 T yaitu Tafakkur, Tadabbur dan Tasyakkur.
Read more