Open top menu
BUKU TERBARU "MY NAME IS NAQOY" DAPATKAN BUKU MY NAME IS NAQOY, HUBUNGI NOMOR YANG TERTERA TRAINING THE7AWARENESS CHARACTER BUILDING THE7AWARENESS CLIENTS
Sunday, May 22, 2016
TANYA JAWAB BERSAMA NAQOY TENTANG ENTREPRENEUR

Pa Naqoy yang hebat, saya Pa Aldi, saya salah satu pembaca buku bapak sejak tahun 2009, termasuk bukunya pa Basrizal Koto tentang wirausaha, saya kok susah yah memaafkan orang yang membuat bisnis saya hancur. saya tahu ini tidak baik tapi memaafkan orang yang membuat saya bangkrut jauh lebih sulit pak. 

JAWABAN

Terima kasih Pa Aldi, dalam buku saya dituliskan sebuah rumus "Kalau pisau diasah oleh batu, manusia diasah oleh manusia lainya" apa maksudnya kalimat ini. Jika kita mau renungkan sejenak, kalimat ini menunjukan kepada kita bahwa kesuksesan selalu saja diuji dengan banyak cara, bayangkan saja jika pisau bisa bicara maka dia pasti akan teriak 'cukup, sakit, ga kuat" ketika diasah oleh batu, namun apa yang terjadi, setelah diasah justru pisau semakin tajam dan berkualitas.Serupa dengan pisau,kita semua tentu saja yang mengasah adalah manusia-manusia lainya, seringkali kebencian, sakit hati, dendam bahkan fitnah dari orang lain kepada kita adalah asahan jiwa kelak menguatkan kita bukan justru menjatuhkan kita. Saya sendiri Pa Andi bersyukur kepada Allah karena diberikan banyak asahan-asahan jiwa sangat lama, kemiskinan ayah saya sebagai tukang becak di kampung saya, Losari Cirebon membuat saya harus berpikir keras dan bekerja keras untuk mengubah nasib sendiri, pada saat saya berubah maka keluargapun ikut merasakan perubahan.

Memaafkan memang membutuhkan waktu dan energi besar pak. energi itulah yang akan menghancurkan kebencian kita, tidak akan menyelesaikan masalah ketika kebencian selalu dilawan dengan kebencian, namun saatnya setiap hati yang penuh benci kita hadapi dengan energi hebat yaitu cinta dan kasih. Keduanya adalah kekuatan yang kuat, yang bahkan mendorong kita memiliki jalan-jalan kebahagiaan yang sejati.Satu hal yang saya ingin sampaikan ke Bapak, apakah bapak sudah bisa merasakan manfaatnya ketika kita membenci dan menyimpanya terus dalam hati atau kita memilih memaafkan, kira-kira manakah yang membuat hati kita bahagia, tentu saa jawabanya adalah ketika kita bisa memaafkan. Lakukan saja pak, terus berlatih dan terus berafirmasi "saya bisa memaafkan", saya percaya bapak akan lebih sukses lagi menggapai impian bapak sebagai pengusaha sejati.

Salam great dari NAQOY POINT CENTER, WA. 087878289001, www.the7awareness.com, twitter@naqoy, instagram @Naqoy, facebook.naqoy


Read more
Thursday, May 19, 2016
The7Awareness Parenting UpRadio Semarang jam 10.00-11.00

Sebuah penelitian terbaru dalam dunia pendidikan membuat saya terkaget, yang ditulis dalam buku Quantum Learning karya Bobby De Poter, dala
m bukunya dituliskan bahwa anak-anak kecil mendapatkan pelebelan negatif sehari sebanyak 460 kali, sebuah angka yang sangat bahaya bagi masa depan anak-anak, sayangnya seringkali kita tidak menyadarinya, sebenarnya siapa sih yang harus bertanggung jawab dalam hal ini.

Tentu saja Orang tua, inilah peran terbesar kita sebagai orang tua adalah berhasil mencetak anak-anak kita menjadi pribadi yang sukses baik dalam agama, pendidikan dan juga kepribadian mereka. Persoalanya adalah banyak orang tua yang kemudian belum menemukan ilmu ikhlas bahwa hakikat anak-anak kita adalah bukan milik kita walau mereka lahir melalui kita, mereka adalah amanah yang tentu saja kelak akan dipertanggung jawabkan oleh kita semua sebagai orang tua.
Ada beberapa kesalahan orang tua adalam mendidik anak yang akan dikupas di talkshow kali ini, pastikan anda bisa mendengarkan langsung di UPRADIO SEMARANG 98, 5 FM . Bagi yang jauh bisa streaming diwww.upradiosmg.com, pertanyaan bisa WA NAQOY CENTER 087878289001
Read more
TIPS SUKSES JADI PENGUSAHA SEPERTI NAQOY

Great Entrepreneur
with NAQOY

Saya Pak Wiliam tinggal di Batam, saya ingin bertanya "Apa sih tip sukses jadi pengusaha"

Jawaban

Pa Wiliam sebenarnya menjadi pengusaha itu bagaikan 2 mata koin, bisa berwajah mudah dan seringkali sebaliknya sangat susah. Keduanya dimulai dari cara berpikir kita. Setiap pikiran kita melahirkan energi, dan kumpulan energi akan membentuk nasib kita kedepan, bisa buruk atau baik tergantung kita saat ini.

Saya sendiri menilai bahwa utk menjadi pengusaha sukses mudah ketika kita bisa mengendalikan diri dan bisa mengendalikan tiga hal ini .
1. Kontrol keuangan anda. Hal yg sering salah buat para pengusaha adalah tidak bisa mengontrol keuangan. Tidak bisa membedakan uang pribadi dan uang usaha yang akhirnya menbuat usaha jalan ditempat.

2. KONTROL SDM. Seringkali SDM berjalan sangat baik ketika dilakukan kontroling dan coaching dg benar. Sebaliknya jika tidak dikontrol dan diberikan coachinf bisnis SDM kita bisa berjalan dg caranya sendiri.

3. KONTROL PROMOSI. Hal ini sangat penting untuk suksesnya usaha dibutuhkan promosi, ada puluhan cara yg mudah dan bisa diaplikasikan baik online maupun offline.

Selamat mencoba. Kirimkan pertanyaan seputar wirausaha ke Naqoy Center dg WA. 087878289001 email the7awareness@yahoo.com



Read more
Wednesday, May 11, 2016
TANYA JAWAB TENTANG GREAT ENTREPRENEUR

Saya baru mulai usaha 2 bulan in, hati ini yang ada was-wasaja, bagaimana caranya biar yakin (Ilham-Batam Center)

Jawaban
Pertanyaan Mas Ilham sebenarnya mewakili banyak penanya juga, biasanya mas Ilham ketika kita akan memulai usaha baru musuh terbesar kita bukan orang lain atau pembeli namun adalah keraguan diri kita sendiri. Inilah yan
g pertamakali harus diselesaikan, bagaimana mau usaha maju jika pola pikir kita sendiri menarik kita mundur,apalagi sudah diyakini dihati bahwa kita tidak bisa maju, tidak berhasil. Kegagalan banyak orang pada saat mulai usaha baru adalah ingin langsung sukses tanpa ada jerih payah yang sulit, padahal hukum alamnya akan berlaku sebaliknya, kita akan diuji dengan berkali-kali yang melelahkan hati dan jiwa.

Ada 3 tips yang bisa dilakukan untuk pemula dalam berwirausaha yaitu :
1. Yakin, bahkan saya sering menyebutnya haqul yaqin, sebuah energi besar yang kelak membukakan kran rizki kita, setiap keyakinan adalah energi buat masa depan kita.
2. Sikap, sikap kita sebagai pengusaha awal jangan seperti pada umumnya yang bingung dan bete,namun tujukan wajah yang antusias dan memiliki gairah hidup yang penuh tinggi.
3. Maubelajar, jangan pernah merasa hebat sendiri, jadilah murid yang hebat, siap belajar dimanapun, dengan banyak orang yang sudah lebih sukses sebelum kita. Mengikuti seminar, training, membaca buku da sebagainya adalah tol untuk membuat usaha lebih maju dan hebat.

Selamat mencoba.
Salam kesadaran.

Untuk mengundang NAQOY hub www.the7awareness.com, 081905666479, wa. 087878289001





Read more
SYNDOM SUKSES OLEH NANANG QOSIM YUSUF (PEMECAH REKOR MURI)

SYNDOM SUKSES OLEH NANANG QOSIM YUSUF (PEMECAH REKOR MURI)


  • Syndom Toxic Success

“Jika jalanmu mengejar kesuksesan selalu berliku, berhentilah sejenak dan buatlah keberaniaan dalam melakukan terobosan”
Nanang Qosim Yusuf

Saya juga sering melihat hanya sedikit Pengusaha, Wirausahawan yang mampu menembus batas, yang memiliki kreativitas, visi, dan tujuan yang jelas dalam rangka mencapai impiannya. Namun, sebagian besar terjebak dalam rutinitas harian sehingga banyak mengalami gejala sindrom keracunan sukses (Toxic Success Sydrome)Sindrom ini telah banyak membu

  1. 1.    Self Sightedness
Dirinya menjadi pusat pikirannya sendiri, sering asyik dengan apa yang dia lakukan sampai dia melupakan sekitarnya tanpa sadar. Hanya fokus pada apa yang dia butuhkan. Kebutuhan orang lain tidak pernah dia hiraukan, bahkan sering kali menolak kritikan dan masukan yang konstruktif dalam rangka membangun pribadinya lebih mapan. Sindrom ini pun membuat dirinya menjadi orang yang sibuk, tapi tidak ada hasil, bahkan berbicara dengan dirinya sendiri (selftalk) tidak pernah bertepi, menjadi pribadi yang egois dan menang sendiri, serta tidak mau mengalah.  

  1. Stress Surrender
Kalah dan menyerah pada stres. Masalah yang kompleks dan rumit membuatnya menjadi pribadi yang terlihat kalah dalam perjuangan hidup. Roda kehidupan yang berputar cepat dan tinggi membuatnya tergilas dan terbawa oleh keadaan. Inilah saat awal seseorang mulai lari ke hal-hal yang tidak baik dan menyimpang, misalnya narkoba, minuman keras, dan judi. Bahkan mungkin perilaku yang aneh dalam masyarakat seperti berdukun demi kekayaan. Pada tahun 2005-2006, betapa banyak cerita di televisi yang menggambarkan banyak orang mengalami stress surrender seperti lari ke pesugihan-pesugihan yang tentunya lari dari solusi iman dan agama, seperti pesugihan babi dan monyet. Sesungguhnya, dia kalah oleh stres itu sendiri, termasuk arah orang depresi dan bunuh diri adalah gejala dari kalah oleh stres yang berat.

  1. 3.    Ups and Down
Perasaan tidak menentu, kadang-kadang semangat namun kadang-kadang juga lelah. Sebentar menggebu-gebu, namun lain waktu hilang sama sekali. Perasaan itu persis seperti kapal selam, kadang-kadang muncul ke permukaan lama sekali, namun setelah itu tenggelam lama sekali ke dasar lautan. Yang lebih ironis, justru tenggelamnya lebih lama dibandingkan muncul ke permukaan. Dewasa ini, banyak orang yang terkena sindrom ini, bisa memotivasi orang lain, namun saat dirinya hilang semangat, tidak bisa memotivasi dirinya sendiri.


  1. 4.      Chronic Cynicism 
Sinisme yang sangat kronis, berbahaya.  Kebiasaannya adalah mengkritik, menyalahkan, dan selalu merasa tersaingi. Dalam hidupnya bukan malah banyak kawan justru sebaliknya, banyak lawan dan musuh, serta hampir memusuhi setiap orang.
 Di matanya orang yang sukses adalah orang yang tidak layak. Bukan mencari kebaikan orang lain, namun mencari kesalahan-kesalahan orang lain tanpa henti. Di matanya hidup adalah ajang untuk saling menjatuhkan, sering mengambinghitamkan orang lain. Mereka juga biasanya adalah biang gosip (BI-GOS), bahkan bisa sampai menjadi provokator dalam setiap persoalan. Bukan fokus pada solusi, namun fokus pada masalah, serta mempermasalahkan masalah.
Masalah tidak ada dibuat ada, masalah kecil dibuat besar, yang sudah besar dibuat rumit, dan lama-kelamaan dia pun mati karena masalah tersebut. Bukan sebaliknya masalah rumit disederhanakan. Kalau sudah sederhana dipermudah, kalau sudah dipermudah diperkecil, dan kalau sudah kecil dihilangkan.

  1. 5.      Grouchiness 
Sering menertawakan orang lain. Bukan tertawa yang tulus karena memang memiliki jiwa humoris yang tinggi, namun menertawakan sesuatu yang tidak layak ditertawakan. Saat sahabatnya jatuh, baik dalam hidup maupun bisnis, bukan malah berempati, namun sebaliknya malah menyalahkan dan menertawakan. Kesuksesan yang dia capai justru membuatnya menjadi lebih rendah secara kepribadian dan kejiwaan. Sebenarnya saat dia menertawakan orang lain, dia sedang menertawakan dirinya sendiri.

  1. 6.      Polyphasia
Kehilangan fokus/mengerjakan banyak tugas dalam waktu yang sama. Sering terlihat bingung harus dari mana memulainya, terlalu banyak cabang yang dipikirkan dalam satu waktu karena tidak mampu menyusun skala prioritas dalam pekerjaannya. Seperti kita menangkap ribuan burung, akhirnya satu pun tidak kita dapatkan.
Mungkin Anda pernah mendengar istilah “tidak bisa menangkap dua kelinci dalam waktu yang sama” sementara orang ini ingin menangkap ribuan kelinci dalam waktu yang sama. Ironisnya, tidak ada satu kelinci pun yang ia dapatkan.

  1. 7.      Feeling Pestered 
Sangat mudah tersinggung dan merasa terganggu oleh orang di sekitarnya. Biasanya saat ada dua orang bisik-bisik di sampingnya, pikirannya berkata dua orang itu sedang membicarakannya. Ada sahabat sedang memberikan masukan ditanggapinya dengan sinis dan salah paham, ada keluarga yang memberikan usulan di matanya adalah melawan, sering sakit hati oleh dirinya sendiri namun berdalih orang lain yang menyakitinya. Sering terganggu rasa nyaman dirinya bila melihat orang lain sukses dan orang ini pun mengalami kegagalan komunikasi dengan lingkungan.

  1. 8.    Psychological Absenteeism
Berpikir banyak, berpikir ke belakang tentang apa yang belum dikerjakan (menimbulkan depresi) atau berpikir ke depan apa yang harus dikerjakan, menimbulkan kecemasan. Bukan berpikir, tapi “mikirin”. Apa bedanya “mikir” dengan “mikirin”?  “Mikir” selalu disertaiaction yang jelas. Konsep “mikir” sama seperti ijtihad (berpikir dengan sungguh-sungguh) sementara “mikirin“ sejenis dengan melamun tanpa ada rencana bagaimana mencapainya.
Berpikir untuk melihat masa depan sangat penting, namun “mikirin” masa depan itu tidak penting karena perbedaan antara “mikirin” dengan “mikir” adalah perbuatan (action). Kadang-kadang, dia ada di kantor, namun pikirannya ada di rumah. Sebaliknya, kadang-kadang dia sedang ada di rumah, namun pikirannya ada di kantor. Dalam spiritualisme, dia belum “sadar”.

  1. 9.    Chrono-Currency
Memandang waktu sebagai uang dan setiap waktu yang tidak menghasilkan uang dianggap penghamburan dan sia-sia. Secara tidak langsung, menjadi budak uang. Demi mendapatkan uang, dia rela kehilangan saudara, keluarga, teman, dan sahabat. Setiap saat yang dipikirkan adalah uang dan uang.
Kalau ada janji bertemu kemudian tidak ada uangnya maka ada perasaan membuang-buang waktu. Mungkin juga salah mengartikan “waktu adalah uang”. Padahal, uang adalah salah satu unsur waktu.  Selama 24 jam sehari apakah kita hidup hanya mencari uang atau mencari kebahagiaan? Bukankah kita mencari uang untuk kebahagiaan atau kita membeli kebahagiaan demi uang? Semua kembali kepada Anda.

10.  Spiritual Deficit Disoner 
Perasaan kekosongan rohaniah, kehilangan makna hidup, dan sering merindukan spiritual. Mengalami kehampaan yang mendalam dalam hidup. Meski harta, materi, serta fasilitas ada, kehampaan dan kehausan terhadap Tuhan membuatnya menjalani hidup tidak bermakna. Rutinitas dan latihan-latihan keagamaan yang sering dilakukan setiap hari bukan malah membuatnya maju secara spiritual, tetapi sebaliknya mengalami kemunduran dalam spiritual.

11.  Weariness 
Sering terlihat kelelahan tanpa henti, pola tidur yang terganggu, serta mengantuk ketika sedang duduk. Meski sudah minum multivitamin setiap hari, suplemen dan juga minuman berenergi, kelelahan terlihat jelas di matanya. Mengalami kesulitan tidur sehingga sangat menyiksa batinnya.
 Multivitamin hanya masuk dikonsumsi oleh badannya, sementara pikiran, hati, dan jiwanya sama sekali tidak pernah tersentuh. Semua mengakibatkan hilangnya semangat dan gairah dalam hidup sehingga obat-obatan menjadi alternatif untuk memberikan solusi.

12.  Loss Communication 
Malas berkomunikasi, baik kepada dirinya maupun orang lain. Mungkin handphone-nya sudah paling bagus, namun komunikasi batinnya selalu buntu. Selalu gagal dalam berkomunikasi, baik lisan maupun verbal dan menjadi salah satu alasan kuat untuk bercerai, ribut, dan gagal dalam membangun hubungan. Hampir 80% masalah yang terjadi hari ini, baik dalam kantor, rumah tangga, maupun bisnis adalah komunikasi yang tidak efektif.
Read more
MANUSIA DALAM KERANGKENG

MANUSIA DALAM KERANGKENG OLEH NANANG QOSIM YUSUF

 (WA. 087878289001)

MANUSIA DALAM KERANGKENG  
“Kenalilah dirimu sebelum mengenalkan kepada orang lain, siapa diri anda”
Nanang Qosim Yusuf

Bila cinta tidak pada tempatnya maka kita akan menjadi manusia yang kosong ”Hallow Man”, manusia yang kaya dan terlihat sukses secara meteri dan sosial namun dirinya merasa kosong dan hampa, jiwanya bagaikan terpenjara rantai-rantai kemewahan dan kekayaan, justru dirinya dikontrol oleh tuntutan sosial yang melelahkan, mulai dari cara senyum, cara bergaul bahkan dengan siapa sepatutnya dia kumpul dirumuskan oleh teman-temannya, ketika dia belum sukses setiap ada acara RT di daerahn
ya selalu bisa hadir, sekarang menyapa temannya saja rasanya sudah tidak ada waktu, ketika belum sukses darinya bisa kapan saja menemani anaknya dalam belajar, sekarang kesuksesannya menjauhkan dirinya dengan orang-orang yang dia cintai, sukses membuat dirinya menjadi pribadi yang terasing dari kelompok  dan teman-temannya namun sebenarnya dirinya terasingkan oleh jiwanya sendiri. Ibarat rumah lama yang diganti dengan rumah baru sementara penghuninya dilupakan oleh rumah yang memiliki tampilan baru.
            Tampilan itu yang berupa kemewahan, kekayaan, ketenaran, kesuksesan dan sebagainya, bila rumah dan penghuninya tidak berubah bersama maka yang akan terjadi adalah sukses membawa bencana namun bila perubahan berjalan seirama maka yang terjadi adalah sukses yang sesungguhnya. Akibat tidak berlajan bersama maka manusia modern yang tertinggal oleh kemodernannya sendiri, Menurut Acmad Mubarrok dalam bukunya jiwa dalam al-Quran, manusia-manusia yang salah menempatkan posisi cinta akan memiliki gangguan kejiawaan yang berkepanjangan dengan ciri-ciri antara lain:
  1. a.      Kecemasan
  2. b.      Kesepian
  3. c.       Kebosanan
  4. d.      Prilaku menyimpang
  5. e.      Psikosomatik (ganguan fisik akibat gangguan jiwa)

Ganguan ini akan melahirkan budaya yang sangat berbahaya, dalam bukunya The New Corporate Culture: Revitalizing the workplace after downsizing, merger and reegineering, Deal & Kennedy memnyimpulkan ada 7 budaya yang akan terjadi bagi manusia dalam kerangkeng yaitu (1) Budaya ketakutan (culture of fear), (2) Budaya menyangkal (culture of denial), (3) Budaya kepentingan pribadi (Culture of self interest), (4). Budaya mencela(Culture of cynicim), (5) Budaya tidak percaya (culture of distrust), (6) Budaya anomi(culture of anomie) dan terakhir (7,) Budaya mengedepankan kelompok  (the rise of underground subcultures).

Read more
KENAPA SAYA MALAS SEDEKAH

Kenapa Saya Malas Sedekah
Oleh : Nanang Qosim Yusuf (NAQOY)
Master Trainer The7Awareness, Founder Rumah Kesadaran, Pemecah REKOR MURI
WA. 087878289001, Facebook.Naqoy, Twitter @Naqoy

                Belum lama ini tepatnya tanggal 28 November 2015 di Gedung NPC-NAQOY POINT CENTER Serpong Tangerang Selatan saya kumpulkan 150 anak yatim dan dhuafa untuk mendpatkan santunan dan layanan kesehatan gratis serta pengobatan bersama RUMAH KESADARAN dan YATIM MANDIRI TANGERA
NG, Terlihat wajah yang berseri-seri dari anak yatim dan senyum kebahagiaan para nenek-nenek yang tergolong dhuafa, para dhuafa mendapatkan 7 liter beras yang bahkan ada beberapa dari mereka tidak kuat membawanya. Ketika selesai acara ada seorang warga bertanya “Pa Naqoy, kalau saya kok sedekah itu malas dan sulit, itu kira-kira kenapa yah pa” katanya.
                Pertanyaan ini seringkali juga mewakili kita semua, saya dan anda semuanya, kita semua dalam hal sedekah bukan kehabisan niat atau kekurangan niat tapi sebenarnya kita terjebak dalam kemalasan untuk berbagi, saya sendiri pernah mengalami masa-sama seperti ini, hanya saja saya kemudian menemukan ONE MINUTE AWARENESS tentang pentingnya sedekah dan segera keluar dari tekanan yang sulit dalam keuangan, dalam buku saya berjudul 21 days tobe transhuman ada dua jendela dalam hal uang. Pertama adalah kekurangan uang dan kedua adalah kelebihan uang. Kalau kekurangan uang tidak usah saya bahas, karena tanpa ada ilmunyapun kita bisa segera menghabiskan uang yang kita miliki misalnya uaang dari gajian bulanan kita, anda datang aja ke sebuah mall dan beli saja semua yang anda mau insya Allah dengan cepat uang itu segera habis.
                Mengalami kemiskinan  dan kesulitan adalah masa krisis yang harus segera diselesaian, jangan biarkan terlalu lama menjadi bagian dari kehidupan kita. Jika terlalu lama dibiarkan hanya akan membuat kita nyaman dan akhirnya mengatakan “memang dari sananya saya sudah miskin”,  kemiskinan harus segera dirubah dengan keberhasilan dan kekayaan pada saat kita menyadari dengan cepat atau istilah saya dalam buku adalah ‘One Minute Awareness”. Saya ingin berbagi disini, dengan anda semua sahabat baru saya, Didesa  kecil bernama Kalibuntu Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Jawa Tengah saya dilahirkan, Bapak saya adalah seorang tukang becak, saya masih ingat ketika beliau selalu mengumpulkan uang 3000 perhari untuk biaya sekolah dan Pesantren saya di Cirebon. Bagi saya itu semua adalah TAKDIR, Yah  sebuah takdir yang tidak bisa dikeluhkan, dipermasalahkan namun justru dijadikan alasan untuk mengubah nasib kedepan, jika Bapak saya adalah seorang tukang becak adalah TAKDIR, maka Nasib adalah ketika saya mau mengubah hidup saya lebih baik dari sebelumnya. Maka jelas antara takdir dan nasib kedua hal yang berbeda, terimalah takdir anda namun rubahlah nasib anda untuk menjadi manusia diatas rata-rata.
                Mengubah nasib dengan sedekah adalah jalan hidup yang nyata, saya percaya pasti setiap anda percaya kekuatan sedekah itu dahsyat, namun pertanyaanya mengapa banyak yang sulit melakukanya, artikel kali ini akan membantu anda untuk mendobrak rasa malas untuk sedekah, ada minimal 4 penyebab mengapa kita malas bersedekah, seperti yang diambil dari buku The7Awareness : 7 Kesadaran Hati dan Jiwa Menjadi Manusia Diatas Rata-Rata.
  1. Sedekah hanya sebatas niat tanpa action. Hal ini mudah terjadi pada saat kita memiliki niat yang kurang besar, bisa jadi niat sedekah hanya sebatas keinginan biasa saja, bukan sesuatu yang benar-benar ingin dilakukan, banyak orang yang niatnya banyak namun banyak alasan tentu saja tidak bisa mendobrak dirinya untuk sedekah, jika sedekah karena keinginan sesaat mungkin saja anda pernah melakukanya namun setelahnya kembali hanya sebatas niat.
SOLUSI : Setiap anda berniat sedekah, jangan tunggu lama, langsung saja lakukan kalau  terlalu lama menunggu akhirnya pikiran kita sendiri yang membatalkanya, pikiran kita seringkali menjadi penghalang setiap kita akan berbuat baik, kata-kata “Nanti aja, santai  tahan aja dulu, jangan buru-buru” dan sebagainya seringkali membuat kita malas dalam sedekah dan ujungnya sedekah hanya sebatas niat saja.
  1. SEDEKAH BELUM MENJADI KEBIASAAN. Ini adalah penyebab utama mengapa kita susah dalam sedekah, dalam riset saya yang kemudian saya tuangkan dalam buku 21 days tobe Transhuman, semua kebiasaan ternyata dilakukan secara konsisten (istiqomah) minimal selama 21 hari. Saya memiliki pengalaman sendiri ketika melihat kedua orang tua saya tidak pernah putus sholat malamnya bukan karena mereka hebat namun mereka berhasil menjadikan sholat malam dan mendoakan anak-anaknya sebagai kebiasaan, suatu hari saya ajak keduanya keluar kota di tempat liburan, toh ternyata jam 02.00 pagi tetap bangun walaupun badan terasa cape karena perjalanan jauh, semua kuncinya adalah dari kebiasaan. Jika sedekah sudah kebiasaan maka sedekah bukan lagi sebatas keinginan namun sudah menjadi bagian dari hidupnya..
SOLUSI                 : Mulailah hari ini lakukan sedekah selama 21 hari dan tidak boleh ada yang putus (bolong), jika sudah melakukanya selama 21 hari terus ada yang lupa diantara hari itu maka mulailah dari hari yang pertama kembali. Konsitensi dilakukan dengan kedisiplinan yang tinggi dan integritas, jika anda benar-benar ingin mengubah kebiasaan maka milikilah kedisiplinan dan integritas, mengapa keduanya penting karena keduanya adalah pondasi penting untuk memiliki kebiasaan hebat, dari kebiasaan yang hebat maka akan membentuk karakter unggul,jika karakter telah menjadi bagian hidup kita, nasib baik akan selalu berada bersama kita.
  1. SEDEKAH HANYA UNTUK ORANG LAIN BUKAN UNTUK DIRINYA. Jika saja kita tahu bahwa sedekah akan memantul kepada kita semua yang melakukanya pastinya setiap orang akan melakukanya dengan sungguh-sungguh. Seringkali kita berpikir bahwa uang yang kita sedekahkan manfaatnya hanya untuk orang yang disedekahkan seperti dhuafa, yatim atau orang miskin yang membutuhkan. Pada saat kita tahu bahwa keuangan sedang sulit maka kita adalah orang yang harusnya pertama kali memaksakan diri untuk sedekah. Saya pernah memberikan “Coaching” kepada peserta yang memiliki hutang 4 Milyar, yang kemudian saya minta dia mempraktikan sedekah harian selama 21 hari tanpa putus, dan hasilnya wow luar biasa.

SOLUSI                 :  Dobrak rasa malas sedekah dengan menambah keyakinan tentang sedekah bukan untuk orang lain namun untuk jiwa kita sendiri. Rubahlah mindset tentang sedekah, jika selama ini sedekah adalah untuk mereka yang membutuhkan sekarang berpikirlah bahwa sedekah untuk menyelamatkan jiwa ini, memudahkan rizki dan memperluas silaturahmi serta menciptakan keajaiban.

  1. SEDEKAH NANTI SAJA KALAU ADA SISA, Inilah yang sederhana namun dampaknya tidak sederhana, pola pikir yang sederhana ini berujung kepada sikap kita mengeluarkan uang untuk sedekah, bisa saja seseorang memiliki uang lebih, hanya saja setiap ada uang lebih kita akan gunakan untuk keinginan yang mendadak dan sebatas keinginan, jika sedekah tunggu ada sisa uang, maka sedekah tidak akan terasa mudah.

SOLUSI : Niatkan saja bahwa sedekah bukan ketika ada sisa namun dianggarkan diawal sehingga sedekah menjadi mudah, bagi anda yang akan sedekah untuk pembangunan Aula Yayasan Rumah Kesadaran yang akan digunakan untuk acara dan kajian agama secara gratis bisa hub WA. 087878289001, atau tlp 081287475463.

                Keempat alasan ini menjadi penghalang kita menyegerakan sedekah, jika anda fokus kepada solusi yang saya sampaikan, insya Allah akan menuntun anda menjadi pribadi yang beruntung, pribadi yang selalu merasa bahagia dan disayangi oleh Allah SWT. Sekali lagi jangan tunggu nanti, jangan tunggu besok, anda ingin tahu kenapa?, karena kita kita tidak pernah tahu apakah esok akan menjadi milik kita atau bukan.
Read more